Kepada pria berambut David Archuleta berkacamata yang sama-sama naik bus ini dari halte Ratu Plaza,
Sudah lama aku memerhatikanmu.
Melihatmu menunggu di halte ini selepas jam tujuh. Berdiri maju dengan rokok menthol di tangan kiri.
Kemeja lengan pendek; sesekali lengan panjang yang digulung. Tas ranselmu selalu terlihat terisi penuh. Celana jeans biru tua; andalanmu yang sobek di ujung kaki kanan.
Terlalu lama aku tertarik padamu.
=====
Surat pada sobekan kertas bungkus gorengan itu terselip di saku samping tas ransel pria tersebut yang kini berdiri di dalam bus. Entah bagaimana bisa sampai ke situ. Entah kapan akan ditemukan. Entah kapan akan dibaca.
Posted with WordPress for TwirasBerry.