Category Archives: #30HariCSK

Day 20 #30HariCSK: Surat Cinta

Day 20 #30HariCSK: Surat Cinta

Kepada pria berambut David Archuleta berkacamata yang sama-sama naik bus ini dari halte Ratu Plaza,

Sudah lama aku memerhatikanmu.

Melihatmu menunggu di halte ini selepas jam tujuh. Berdiri maju dengan rokok menthol di tangan kiri.

Kemeja lengan pendek; sesekali lengan panjang yang digulung. Tas ranselmu selalu terlihat terisi penuh. Celana jeans biru tua; andalanmu yang sobek di ujung kaki kanan.

Terlalu lama aku tertarik padamu.

=====

Surat pada sobekan kertas bungkus gorengan itu terselip di saku samping tas ransel pria tersebut yang kini berdiri di dalam bus. Entah bagaimana bisa sampai ke situ. Entah kapan akan ditemukan. Entah kapan akan dibaca.

Posted with WordPress for TwirasBerry.

Day 19 #30HariCSK: Anak-anak Ayam

Day 19 #30HariCSK: Anak-anak Ayam

Bus melaju meninggalkan halte. Lagi-lagi berdiri di pojokan, dekat deret kursi belakang. Mataku memejam.

Tiga halte kemudian segerombolan remaja menyeruak masuk bus. Berdiri di dekatku. Suaranya mengganggu. Terdengar seperti anak-anak ayam kelaparan menunggu induknya pulang membawa cacing.

Dua ekor anak ayam di depanku berciap-ciap nyaring. Induk mereka mungkin sudah lama pergi.

Kusumpal paruh anak burung pertama dengan scarf yang tadi melingkari leherku. Swiss knife dari saku tas kutancapkan ke muka anak ayam kedua. Kutarik sampai ujung paruhnya yang ternganga nanar. Sekarang keduanya bungkam.

“Ting! Pemberhentian berikutnya…”

Terbangun dari tidur berdiriku. Bulir-bulir keringat membasahi wajah. Kedua remaja itu masih asyik ngobrol.

Posted with WordPress for TwirasBerry.

Day 18 #30HariCSK: Napak Tilas

Day 18 #30HariCSK: Napak Tilas

Rumah itu masih terlihat sama seperti saat kutinggalkan. Pagar hitam setengah terbuka. Taman kecil dengan bunga krisan warna-warni.

Sandal jepit merah yang biasa kupakai ke pasar masih di teras.

Pintu kayu tidak dikunci. Dasar ceroboh! Belum saja rumah ini kemalingan!

Desain ruang tamu juga tak banyak berubah. Hanya foto keluargaku sudah tak ada.

Perempuan muda yang dulu jadi pembantuku muncul dari ruang tengah. “Oh, Ibu, saya kira siapa.” Masih saja sok memanggilku Ibu!

“Bapak ada?”

“Sedang keluar.”

“Saya titip ini,” kataku sambil menyodorkan map berisi surat-surat.

Dia tersenyum gugup.

“Ohya, tolong kunci pintunya. Kamu gak mau surat-surat itu kemalingan kan?”

Posted with WordPress for TwirasBerry.

Day 16 #30HariCSK: Pelanggan Baru

Day 16 #30HariCSK: Pelanggan Baru

Sudah seminggu Reni terlihat semangat bekerja shift malam. Biasanya dia merutuk: buat apa kedai kecil begini buka 24 jam?!

Menjelang jam 10, wajah Reni berubah sumringah.

Tak lama pelanggan baru kedai ini datang. Pria. Tampan. Usia 30an. Dandanan kasual tapi gaya. Belakangan dia selalu mampir ke kedai ini; selalu terlihat sibuk dengan laptopnya.

“Selamat malam, Pak. Mau pesan apa?” suara Reni mantap — hasil latihan selama 15 menit terakhir di depan cermin.

“Hey.. Kamu lagi,” suara pria itu bersahabat. “Hari ini saya gak pesan deh. Tapi tolong sampaikan ke atasan kamu: Sudah seminggu saya menunggu. Utang belum lunas juga. Besok kedai ini kami sita!”

Day 15 #30HariCSK: Bintang Jatuh

Day 15 #30HariCSK: Bintang Jatuh

Usai sholat Subuh, Lastri duduk-duduk di depan rumahnya. Menatap langit gelap terbentang.

Sekelebat cahaya melintas, menukik ke Barat.

Lastri lekas merapal doa, teringat cerita tentang permohonan yang dikabulkan bintang jatuh.

Tak lama langit di arah Barat menyeruakkan jingga. Lastri menatap cahaya tersebut nanar. Lalu tersenyum puas.

Matahari mulai tinggi. Helikopter terbang rendah di atas kampung. Lastri lari keluar rumah. Tangannya melambai-lambai.

Selesai mandi, Lastri bergegas ke pematang sawah. Sedang ada keramaian di sana. Di depan kamera TV, Lastri tertawa kegirangan.

Dalam hati Lastri mengucap syukur atas doa yang terkabul: matahari terbit di barat, helikopter di depan mata dan masuk TV.

Posted with WordPress for TwirasBerry.

Day 14 #30HariCSK: Simbiosis

Day 14 #30HariCSK: Simbiosis

Mitha rebah di atas kasur di kamarnya yang gelap, sejuk dan wangi potpouri. Matanya terpejam, nafasnya teratur perlahan.

Getar handphone memecah hening.

“Yes, Roy?”

“Hey, dimn?”

“Br sampe rmh”

“Malem bgt?”

“Iya.. Kan bnyk perubahan last minute. Tim produksi malah msh kerja”

“Oh.. Eh, bsk mau bareng ke kantorku?”

“Besok hrs ke kantor dulu. Materi presentasi & mock-up kan di sana”

“OK.. Mit, I really count on u. I could get promoted if this project runs well.”

“I know”

“Thanks. I owe u :*”

Sesudahnya, Mitha malah tidak bisa tidur. Kalimat kakaknya terngiang: Lo tuh cuma dimanfaatin dia!

Apa iya?

Posted with WordPress for TwirasBerry.

Day 13 #30HariCSK: Perubahan

Day 13 #30HariCSK: Perubahan

Sepasang remaja terlihat di salah satu meja di convenient store berlogo angka.

Penampilan mereka serupa. Poni menyamping, kacamata gaya, kaus girly, celana pendek dan flat shoes.

“Dia berubah.”

“Masa sih? Kalian kan jadian udah lama.”

“Beneran. Baru belakangan gue tau siapa dia sebenernya.”

“Dan..”

“Dan.. Ya udah. Gue minta putus. Kayanya gak mungkin lagi gue jalanin kalo emang udah gak cocok.”

“Sayang banget..”

Yang lain hanya mengangguk sambil menyeruput es soda berwarna.

“Padahal lo aries. Dia sagittarius. Mestinya cocok.”

“Nah itu dia masalahnya!”

“Maksud lo?”

“Baru belakangan gue tau kalo dia bukan sagittarius.”

“Hah?”

“Iya.. Dia bukan sagittarius, tapi ophiuchus!”

Posted with WordPress for TwirasBerry.

Day 12 #30HariCSK: Ttyl?

Day 12 #30HariCSK: Ttyl?

“fallingstar is now online”

Klik.

“fallingstar – fak! fak! fak!”

Knock knock

Hey..

Kenapa lo? Pake F word segala?

Oh..

Gpp kok..

Yakin?

Kalo ada masalah lo bisa cerita

Mungkin gak nemu solusinya, tapi paling gak ngurangin beban pikiran

I know

Nah itu tau

Masih gak mau cerita? :D

Nope.

Umm

So, apa kabar?

So so

Eh, kemarin gue ketemu temen kantor lo

Yg kacamataan itu. Siapa deh namanya?

Reza

Iya. Seru juga tuh anaknya

Emang

Umm

Kapan2 ketemuan dong

Kayanya gw masih ngutang traktir lo deh

“fallingstar is typing”

Lama amat lo ngetiknya! >:)

Eh, gtg

Oh

Ttyl?

“fallingstar is now offline”

Posted with WordPress for TwirasBerry.

Day 11 #30HariCSK: Sweet Disposition

Day 11 #30HariCSK: Sweet Disposition

Ia duduk di kursi dekat jendela. Tangan kanan bersandar di tepi jendela, menopang dagunya. Tatapannya menerawang. Telinganya tersumpal earphones yang melantunkan lagu-lagu favoritnya dari iPod shuffle di kantong jaketnya.

“Sweet Disposition” Temper Trap. Dan air matanya meleleh.

Di luar jendela pepohonan melintas cepat. Sesekali jalanan dan rumah-rumah terlihat.

Melintasi jurang. Dan tangisnya pecah.

Kedua tangan kini menutupi wajahnya. Tapi lirih suaranya masih terdengar.

Tubuhnya meringkuk. Bergetar. Melawan gejolak rasa. Lirih suaranya hilang. Berganti raungan.

So stay there, ’cause I’ll be coming over…

Tangisnya pun reda. Ia meraih saputangan dari dalam tas. Menghapus jejak air mata di wajahnya.

Senyumnya kembali merekah.

Posted with WordPress for TwirasBerry.

Day 10 #30HariCSK: Opa

Day 10 #30HariCSK: Opa

Kami memanggilnya ‘Opa’. Tak ada yang tahu pasti nama aslinya. Petunjuk semata wayang hanya KTP atas nama Winarto, 75 tahun. “Nama asli sudah tidak ingat. Terlalu banyak alias. Akte lahir sudah lama tidak ada,” katanya suatu hari. Suaranya samar-samar. Maklum, giginya nyaris habis.

Opa datang ke perpustakaan ini setiap hari. Paling awal mengisi buku tamu dan paling akhir mengambil barang titipan. Baca koran pagi, keluar makan siang, nonton berita di TV, menelisik kamus dan ngobrol bisik-bisik dengan siapapun yang duduk atau berdiri di dekatnya.

Baru kemarin kami tahu nama aslinya. Dari anak, menantu dan cucunya yang mengabari kalau beliau sudah tiada.

Posted with WordPress for TwirasBerry.