Tag Archives: kryptonite

Thank You Thank Me

Thank You Thank Me

Baru saja membaca blog post Tiny Buddha di sini.

Dan jadi ingin ikutan berterima kasih ke diri sendiri di tahun 2011. (Mumpung masih ingat.)

Jadi.. Hai Tere setahun yang lalu..

Terima kasih kamu sudah menjalani komitmen kerja di tempat baru sesuai yang kamu janjikan pada diri sendiri.

Terima kasih kamu gak nyerah saat terpaksa ‘bermain tunggal’ di divisi tempat kamu bekerja.

Terima kasih kamu mau membuka hati & pikiran untuk orang-orang yang sebelumnya kamu pandang sebelah mata.

Terima kasih kamu memberanikan diri berinteraksi dengan orang-orang yang sebelumnya kamu segani.

Terima kasih kamu move on dan berani menyapa kryptonite-mu duluan.

Terima kasih kamu nekad nyemplung ke laut. (Walaupun akhirnya gak ngapa-ngapain juga selain ketakutan.)

Terima kasih kamu memberanikan diri trekking. (Walaupun khawatir kalau nafas pendekmu bakal jadi tantangan di perjalanan.)

Terima kasih kamu mencoba mengerjakan project 30 hari menulis cerita 100 kata. (Walaupun kandas di tengah jalan.)

Terima kasih kamu gak nyerah dengan project Cerita 100 Kata-mu itu.

Terima kasih kamu mencoba bernyayi bareng #ThinkVoice di depan orang-orang yang kamu kenal maupun yang tidak.

Terima kasih kamu menyelesaikan membaca satu (atau dua) buku.

Terima kasih kamu berusaha ‘menjaga’ keluargamu.

Terima kasih kamu berusaha ‘berdamai’ dengan diri sendiri.

Terima kasih kamu berusaha menjalani 365 hari di tahun itu sebagai dirimu yang utuh.

Ps : I know you can make it even better this year :)

Recycle Bin

Recycle Bin

Saya baru saja membaca blog post seorang teman di http://wp.me/pSBFD-pJ.

Mengutip kolom celoteh seorang Samuel Mulia pada sebuah harian edisi Minggu: ada 3 folder penempatan teman. Folder pertama, teman yang kita simpan seumur hidup. Folder kedua, teman yang sekadar hi-bye. Folder ketiga, teman yang kita tinggalkan.

Ternyata saya juga punya teman di folder ketiga. Sudah saya delete. Dan sekarang dia berada di recycle bin. Dan saya punya 2 pilihan: 1) shift+del, 2) restore.

Dia bukan sembarang teman. I was in serious love-hate relationship with this person. (Notice that this kind of relationship goes one way.) Saya sempat menganalogikan saya dan dia seperti superwoman dan kryptonite. Keberadaanya di dekat saya membuat saya kehilangan kekuatan lebih, membuat saya jadi lemah.

Long story short. Saya memilih untuk memindahkan dia dari folder pertama ke folder ketiga. And I did it the ugly way. Saya belajar membenci dia. (Ya, belajar, dengan banyak latihan dan ulangan.) Saya sadar ini adalah bentuk self defence mechanism paling primitif yang saya lakukan.

Sampai sekarang pun serpihan kryptonite itu masih ada. Dalam bentuk nomor handphone di phonebook, contact di messenger, foto yang di-tag bersama di facebook, mention di twitter, dan mutual friends. Dan biarlah serpihan itu seperti apa adanya. Saya belum bisa memilih untuk shift+del atau restore.

Atau bahkan saya tidak harus memilih. Dan membiarkan dia di recycle bin selamanya.

Entahlah.